Created with Sketch.

Buku Ajar

asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah (nbbp)

Detail Buku

Judul asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah (nbbp)
Harga Rp 64.500,00
ISBN 978-623-7548-05-8
Penulis Lenny Irmawaty Sirait
Penerbit WADE Group
Tanggal Terbit 06 November 2019
Jumlah Halaman 96 Halaman
Kategori Buku Ajar
Berat Buku 1 Gram

Overview

    Seperti yang diketahui bersama adaptasi fisiologi dan pe­meriksaan fisik neonatus merupakan dasar pemahaman setiap bidan sebagai penolong persalinan untuk mencegah ke­gawat­daruratan neonatus penyumbang angka kematian ter­tinggi yaitu asfiksia dan hipotermia serta pemahaman ini berperan dalam menanggulagi masalah kesehatan neonatus dan bayi.

    Jika sebelumnya MDGs memiliki 8 tujuan yang ingin dicapai masyarakat global, antara lain no 4 “menurunkan angka kematian anak” saat ini SDs memiliki 17 tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dunia antara lain ke-3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera dengan 13 target yang ingin dicapai secara global. Inti dari target tersebut adalah menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia. Berdasarkan lembar fakta SDGs Indonesia me­nunjuk­kan angka kematian bayi (AKB) 23 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup tinggi dan merupakan momok terbesar bagi seorang bidan dalam melaksanakan pelayanan kebidanan.

    Kelahiran bayi dengan keadaan sehat, tanpa komplikasi jelas menjadi harapan keluarga. Akan tetapi, kondisi fisik bayi baru lahir pada dasarnya masih sangat rentan terhadap serang­an penyakit. Bayi hingga usia kurang dari satu bulan me­rupa­kan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan yang paling tinggi. Upaya penanganan kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan pemahaman yang kuat akan adaptasi yang dialami bayi baru lahir serta pemeriksaan fisik yang benar dan tepat sebagai tindakan awal bidan dalam menilai keadaan bayi baru lahir dan mendiagnosa adanya asfiksia dan atau hipotermi. Bayi baru lahir normal harus menjalani proses adaptasi dari kehidupan di dalam rahim (intrauterine) ke kehidupan di luar rahim (ekstra­uterin). Pemahaman terhadap adaptasi dan fisiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan yang tepat.

     Jumlah kematian perinatal di 33 propinsi di Indonesia tercatat sebesar 217 kasus. Kematian neonatal dini (0-6 hari) dilaporkan sebesar 142 kasus (78,5%). Proporsi terbesar ke­matian pada usia neonatal dini disebabkan oleh gangguan per­napasan (respiratory disorders), prematuritas dan sepsis. Kematian bayi neonatal lanjut (7-28 hari) tercatat 39 kasus dengan penyebab tersering adalah sepsis neonatorum (20%). Faktor kesehatan ibu saat hamil dan bersalin memberikan kontribusi terhadap kondisi bayi dalam kandungannya. Dari 217 kasus kematian perinatal, 96.8% disebabkan oleh gangguan kesehatan ibu ketika hamil. Penyakit yang sering dialami ibu hamil pada bayi yang lahir mati secara berturut-turut adalah hipertensi maternal (24%) dan komplikasi ketika bersalin (partus macet) sebesar 17.5%. Sedangkan gangguan kesehatan ibu hamil dari bayi meninggal berumur 0-6 hari adalah ketuban pecah dini (23%) dan hipertensi maternal (22%). 

     Sebagai seorang bidan, harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan ke­bidan­an yang tepat. Setelah lahir, bayi harus mampu ber­adaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) men­jadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus men­dapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sen­diri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit/infeksi dimana semua fungsi ini sebelumnya dilakukan oleh placenta. 

    Periode adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini dapat berlagsung sampai 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa sistem tubuh bayi. Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada sistem pernafasan dan sirkulasi darah, sistem termoregulasi, serta kemampuan mengambil dan menggunakan glukosa. Sebagai akibat perubahan lingkungan dalam uterus ke luar uterus, maka bayi menerima beberapa rangsangan yang bersifat kimiawi, mekanik dan termik. Hasil perangsangan ini membuat bayi akan mengalami perubahan metabolik, per­nafasan, sirkulasi dan lain-lain. 

     Pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi bayi baru lahir, diselenggarakan sejak selama kehamilan dimana Ibu hamil harus memeriksakan kehamilan minimal empat kali di fasilitas pelayanan kesehatan, agar pertumbuhan dan perkem­bangan janin dapat terpantau dan bayi lahir selamat dan sehat. Tanda-tanda bayi lahir sehat: Berat badan bayi 2500-4000 gram; Umur kehamilan 37–40 mg; Bayi segera menangis, Bergerak aktif, kulit kemerahan, Mengisap ASI dengan baik, Tidak ada cacat bawaan..

SHARE





i am a nurse happy with english

Rp 52.000

bunga rampai berbinar mendulang emas di air dangkal

Rp 98.250

menulis berarti peduli

Rp 46.000

golan mirah

Rp 25.000

analisa dalam perancangan prototipe heat exchanger shell dan tube

Rp 58.500

pengantar ilmu teknologi informasi

Rp 94.000
Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami