Created with Sketch.

Motivasi

mencoba tidak menyerah

Detail Buku

Judul mencoba tidak menyerah
Harga Rp 52.000,00
ISBN 978-602-6802-61-3
Penulis Budi Sunariyanto, Rela Mar’ati
Penerbit WADE Group
Tanggal Terbit 24 Januari 2017
Jumlah Halaman 234 Halaman
Stock 350 Eks
Jenis Cover Soft
Kategori Motivasi

Overview

Seseorang tidak hanya menanggapi orang lain, tetapi juga mempersepsi diri mereka sendiri. Hal ini disebabkan diri seseorang sekaligus sebagai pesona penanggap dan pesona stimuli. Menurut C. H. Cooley “Seseorang dapat membayangkan dirinya sebagai orang lain yang disebut sebagai Looking Glass Self (diri cermin), seakan-akan menaruh cermin di depan kita.” Teori ini meliputi: (1) Membayangkan bagaimana kita tampak pada orang lain; (2) Membayangkan bagaimana orang lain menilai penampilan kita; (3) Mengalami perasaan bangga atau kecewa, sedih atau malu. Pengamatan diri (Looking Glass Self) sangat diperlukan sebagai upaya mengetahui gambaran dan penilaian diri (Konsep Diri). 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Konsep Diri, diantaranya: Pertama, Orang Lain. Pada dasarnya tidak semua orang mempunyai pengaruh sama terhadap diri kita. George Herbert Mead menyebutnya (orang-orang yang mempunyai pengaruh terhadap diri seseorang) dengan “significant others” atau orang lain yang sangat penting. Significant Others yang dimaksud adalah orang tua kita, saudara-saudara kita, dan orang -orang yang tinggal serumah. Richard Dewey dan WY Humber menamainya dengan “Affective Others” (orang lain yang mempunyai ikatan emosional dengan kita). Bagaimana “mereka” mempengaruhi kita dengan; (1) Dari mereka kita perlahan-lahan membentuk Konsep Diri; (2) Senyuman, pujian, penghargaan, pelukan mereka menyebabkan kita menilai diri secara positif; (3) Sebaliknya ejekan, cemoohan dan hardikan membuat kita melihat diri secara negatif.

Kedua, Kelompok Rujukan (Reference Group). Kelompok Rujukan adalah kelompok yang secara emosional mengikat dan berpengaruh terhadap Konsep Diri kita. Bagaimana hal itu terjadi?Dengan melihat kelompoknya, seseorang berusaha menyesuaikan diri dan mengarahkan perilakunya sesuai dengan ciri-ciri kelompoknya.

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. 

Ada lima pengaruh konsep diri terhadap komunikasi dalam hidup, diantaranya; (1) seseorang cenderung melihat dirinya seperti yang dilihat dan dikatakan atau diharapkan oleh orang lain; (2) seseorang cenderung bertingkah laku sesuai dengan yang dilihat dan dikatakan atau diharapkan oleh orang lain. 

Sesuatu yang diharapkan dan diyakini tentang diri sendiri cenderung menjadi kenyataan; (3) seseorang, melalui konsep dirinya akan menyaring untuk melihat, mendengar, memberikan penilaian dan memahami segala sesuatu (pesan) yang berada di dalam atau berasal dari luar dirinya; (4) seseorang yang mempunyai konsep diri positif cenderung membuka diri secara wajar pada orang lain, sedangkan orang yang mempunyai konsep diri negatif biasanya cenderung tertutup.; (5) seseorang yang mempunyai konsep diri positif cenderung merasa senang dengan dirinya sendiri dan merasa yakin bahwa ia mampu menghadapi berbagai situasi yang dijumpai dalam pergaulan hidup dan memiliki kepercayaan diri.   

PROFIL PENULIS

Budi Sunariyanto, S.Pd.I., M.Pd.I lahir di Sidoarjo. Pada tanggal 12 Juli 1976 dari pasangan Bapak Sair (Alm) dan Ibu Sudarmi (Alm). penulis beralamat di dusun Nglebak RT/RW: 3/5 Kedung¬gudel Widodaren Ngawi. 

Adapun riwayat pendidikan penulis, yaitu pada tahun 1989 lulus dari SD Muhammadiyah 10 Balongbendo Sidoarjo. Kemudian melanjutkan di SLTP Dharma Wanita 10 Balongbendo lulus pada tahun 1992. Pada tahun 1982 melanjutkan di Pondok Pesantren dan MA Ar Roudhotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk sampai kelas 2 tahun 1994, kemudian pindah ke MA Al Hidayah Wajak Malang  lulus tahun 1995  sekaligus menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Hijrah Wajak Malang yang diasuh Ust. Rahmat al Arifin Muhammad bin Ma’ruf, Lc. dan pada tahun 1997 melanjutkan ke IAIN Sunan Ampel Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, lulus tahun 2002.

Pada tahun 2002 penulis ditugaskan, menjadi guru di SMK Pemuda Krian dan SMK Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo dan MTs. Modern Al Huda Wringinanom mata pelajaran Bahasa Arab, PAI. Untuk meningkatkan pendidikan dan kecintaannya pada dunia  pendidikan penulis kembali ke bangku  kuliah pada tahun 2009 dengan mengambil kelas regular Magister Studi Islam Program Pascasarjana   Universitas Muhammadiyah Surabaya Program Studi Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam kemudian selesai pada tahun 2011.

Pada tahun 2008 penulis mendapatkan promosi menjadi wakil kepala sekolah di SMK Pemuda Krian. Pada saat ini penulis  sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi. Selain itu penulis juga aktif di Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Ngawi tahun 2015 sebagai Ketua.

Penulis  aktif di kegiatan DAKWAH FASCHO PCPM Widodaren Ngawi dan sebagai wakil bendahara PWPM Jawa Timur periode 2015-20117.

Rela Mar’ati, M.Psi, Psikolog lahir di Ngawi 28 Juni 1983. Menamatkan pendidikan dasar di MI Nurul Huda Manggis Kedunggalar Ngawi, kemudian melanjutkan di MTsN 1 Paron dan SMUN 2 Ngawi. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi  dan S2 Magister Profesi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Aktif sebagai pengajar di STIT Islamiyyah Karya Pembangunan Paron Ngawi semenjak tahun 2009 hingga sekarang. Selain kegiatan mengajar penulis juga menjadi konselor di SDIT Harapan Ummat Ngawi dan anggota Psikolog di LPT Asasta Pertiwi Ngawi. Penulis  tinggal di Ngawi dan dapat ditemui melalui email relamarati@gmail.com  



SHARE





problematika pembelajaran bahasa indonesia di sd/mi

Rp 112.000

cinta,luka berbunga

Rp 58.000

panduan lengkap manasik haji dan umrah

Rp 61.000

konflik sosial dalam masyarakat moderen

Rp 64.000

budidaya tanaman karet

Rp 97.099

gemar beramal saleh

Rp 15.000
Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami