Created with Sketch.
import_contacts
View All Posts

Tips Menulis

Kekuatan Potensi Diri Untuk Menulis

Tuhan menciptakan manusia dengan pontensi yang sama. Tidak ada perbedaan potensi dalam diri manusia. Mental diciptakan dengan segala potensinya supaya manusia mampu mencapai kesuksesaanya secara optimal. Tetapi kenyataannya masih sedikit potensi mental yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan. 

Dr. William Jame seorang ahli dalam psikologi menjelaskan bahwa manusia paling hebat sekalipun hanya menggunakan kurang dari sepuluh persen potensi mental yang mereka miliki. Jauh lebih kurang dari sepuluh persen. 

Seperti dalam penjelasan The Brain Research Institute di University of California yang menyimpulkan bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang tak terbatas. 

Tidak ada batasan kecuali Anda membebani diri Anda sendiri!

Kemampuan seorang dalam menulis merupakan bagian terkecil dari sekian besar potensi yang dimiliki manusia. Untuk itulah kenapa kita harus tetap atau lebih positif terhadap diri sendiri. Karena melalui sikap positif terhadap diri, kemampuan menulis akan semakin terasah dengan baik.

Bagi sebagian orang yang masih close mind, menulis merupakan kesulitan besar dalam hidupnya. Bagi sebagian lain yang sudah terbiasa, maka menulis seperti halnya ia berbicara, mudah sekali. Berbicara tanpa beban dengan jutaan huruf-huruf tiada henti.

Berangkat dari mengenali potensi diri, maka menulis adalah hal kecil dibandingkan potensi besar dalam diri. Kita cukup terus membiasakan diri untuk menulis hingga menjadi perilaku, maka menulis menjadi bagian terpenting dalam hidup. Menulis menjadi perilaku. Menulis menjadi kebiasaan. Menulis menjadi bagian dari wujud jiwa yang terukir dari sebuah kebiasaan.

Bagi Anda yang sama sekali belum bisa menulis panjang, tulislah apa saja yang bisa Anda tulis. Dan jangan pernah Anda pedulikan apa yang Anda tulis. Teruslah belajar menulis. Karena tidak ada teori menulis terbaik kecuali dengan terus menulis. Tirukan tulisan orang lain yang Anda suka, duplikasi dan cantumkan sumbernya. Karena ini adalah cara tercepat Anda untuk bisa menulis. Melalui duplikasi tulisan sebagai media pembelajaran, maka jari, mata, pikiran, dan jiwa akan mengenali pola menulis seperti apa yang Anda inginkan.

Jika Anda sudah terbiasa melihat dan menyusun huruf-huruf, maka tutuplah duplikasi tulisan orang lain untuk tulisan Anda. Teruslah banyak membaca dan menulis. Melalui banyak membaca Anda akan semakin kaya akan kosa kata yang akan Anda tulis. Ingat, membaca adalah menulis. Menulis adalah membaca, ibarat dua sisi mata uang, tidak terpisahkan.

Kata negatif muncul karena ekspresi pikiran yang tertutup, kurang informasi.

Tidak ada kata tidak bisa. Tidak ada kata sulit.  Pikiran dan jiwa tidak mau membuka diri untuk melihat dunia yang lebih luas. Dunia yang terus berkembang super cepat melalui teknologi digital. Dunia yang berubah drastis karena efek perubahan perilaku manusia.

Yakinlah bahwa Anda pasti bisa. Menulislah terus hingga Anda menemukan tulisan terbaik Anda. Jangan berpuas diri dengan berhenti belajar. Teruslah belajar apapun yang Anda suka. Karena Anda akan menjadi diri Anda yang baru melalui belajar hal baru.

Menulis akan menjadi bagian hidup Anda. Hanya butuh belajar setiap waktu setiap hari. Dan Anda akan menemukan keajaiban dalam menulis.

Anda memiliki pengalaman lain? Silakan komentar di bawah.

Referensi: Denis Waitley, Psychology of Winning, Penerbit Rumpun Yogyakarta, 2009.

Wahyudi Setiawan

Lecture and Entrepreneur

02
March 2019




Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami