Created with Sketch.
import_contacts
View All Posts

Indonesia

Apakah Benar Orang Indonesia Tidak Suka Membaca?

Menjadi bagian dari Bangsa Indonesia adalah kebanggaan tersendiri. Saya yang lahir, tumbuh, dan besar, sekolah TK hingga lulus S3 semuanya saya lakukan di dalam negeri merupakan karunia tersendiri. Bagi saya Indonesia adalah jiwa dan nafas yang setiap harimengalir dalam tubuh saya. Keluarga dan seluruh sahabat saya dapatkan di Indonesia.

Kebanggaan lain dengan bangsa kita adalah kekayaan alam dan budaya yang tiada duanya. Allah mengkaruniakan bangsa ini kepada kita dengan rahmat yang luar biasa. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita generasi muda terus berkarya yang merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah atas Bangsa Indonesia.

Bangsa kita yang tinggi akan budaya dan nilai luhur ini ternyata sekarang banyak data yang menunjukkan kita memiliki semangat dan budaya membaca yang rendah. Apakah Anda percaya dengan hal itu? Sementara saya sendiri yang setiap hari beraktifitas yang tidak lepas dengan buku, artikel, dan tulisan. 

Beberapa sumber berikut mungkin saja bisa menjadi informasi baru bagi Anda, atau bisa jadi motivasi bagi Anda yang mungkin belum menjadikan membaca sebagai kebutuhan pokok, maka Anda sekarang bisa melakukan itu, bahwa membaca adalah sebuah kewajiban.

Legaleraindonesia.com menyatakan bahwa masyarakat Indonesia itu malas membaca tapi cerewet di medsos. Ada beberapa fakta, pertama dari UNESCO yang menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutas kedua dari bawah tentang literasi di dunia, dan ini berarti bahwa orang Indonesia memiliki minat baca yang rendah. Walau data 0,001% ini sangat memprihatinkan terkait minat baca orang Indonesia, tapi semangat berjuang tetap membara. Jika ada 1.000 orang Indonesia, berarti 1 orang yang rajin membaca. Jadi jika Anda berada di lingkungan rumah Anda dan rajin membaca, mungkin saja tetangga Anda yang lain tidak suka membaca.


Tulisan lain yang layak Anda baca:

Kegagalan, Belajar Dari Thomas Edison

Belajar Dari Elon Musk, Pendiri Tesla dan Space X


Fakta kedua adalah dari sebuah riset World's Most Literate Nations Ranked oleh Central Connecticut State University tahun 2016 menunjukkan bahwa negara Indonesia berada di posisi ke 60 dari 61 negara di dunia tentang minat membaca. Tepat di bawah Thailand dan di atasnya Bostwana. Jika dilihat dari infrastruktur untuk mendukung membaca, maka posisi Indonesia berada di atas negara - negara di Eropa.

Sebuah lembaga riset digital marketing Emarketer menunjukkan data bahwa perkiraan pada tahun 2018 ada pengguna aktif smartphone di Indonesia telah mencapai lebih dari 100 juta orang. Dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa pada tahun 2019 kemarin, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 268,2 juta jiwa, sementara pengguna Mobile (Ponsel Pintar dan Tablet) mencapai angka 355,5 juta. Artinya bahwa jumlah ponsel pintar dan tablet di Indonesia lebih banyak dari pada jumlah seluruh penduduk di Indonesia.

Beberapa data di atas menjadi bukti bahwa memang benar minat baca masyarakat kita masih sangat rendah. Namun demikian ada sebuah cara untuk meningkatkan minat baca.

Pilih satu buku

Anda cukup memilih satu buku yang paling Anda sukai untuk dibaca sampai selesai. Baca hingga 3 kali buku tersebut hingga Anda benar - benar merasakan cinta dengan buku dan isinya. Dengan metode ini harapannya Anda yang belum sama sekali memiliki rasa cinta membaca akan mampu muncul dalam diri Anda. Karena diri Anda adalah apa yang Anda baca selama ini.

Catat tujuan hidup Anda

Dengan melakukan ini Anda akan dapat merasakan bahwa setiap hidup harus memiliki sebuah tujuan yang harus Anda capai dalam hidup. Banyak orang tidak mengalami peningkatan dan perkembangan diri maupun karir bukan karena tidak bisa, melainkan banyak kebiasaan yang tidak mengarah pada apa yang diinginkan, sehingga waktu berlalu begitu saja. Maka Anda perlu memutuskan sebuah tujuan dan komitmen berjalan ke sana. Membaca akan menjadi nutrisi dan amunisi baru bagi Anda untuk segera mencapai tujuan Anda.

Kebiasaan Anda

Citra diri Anda adalah kebiasaan Anda. Kebiasaan Anda menjadi citra diri sehingga Anda tidak lebih dari apa yang Anda pikirkan dan lakukan. Saya sendiri sampai sekarang mencoba untuk berbenah. Membenahi tujuan, komitmen, dedikasi, kebiasaan, hingga citra diri yang harus terus bertumbuh. Kita tidak boleh lalai oleh rutinitas tanpa tujuan yang jelas. Jika menginginkan sebuah hasil yang jelas, maka mulai dari sekarang silakan cek kembali arah, tujuan, hingga kebiasaan Anda selama ini. Jika ada sesuatu yang belum pas, segeralah kembali pada tujuan hidup Anda.

Anda tidak cukup hanya dengan berdiam diri. Dari data di atas tentang rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, bisa jadi diantara sekian banyak itu adalah kita. Benar atau tidaknya apakah kita masuk di dalamnya, maka mulai dari sekarang biasakan membaca. Kebiasaan membaca adalah cermin diri Anda yang produktif untuk mencapai sebuah kesuksesan-kesuksesan baru dalam setiap waktu.

Saat saya dulu duduk dibangku kuliah semester 3, minat dan ketertarikan saya kepada buku mulai muncul. Mencari jati diri dengan terus mencoba membaca hingga sekarang. Kadang terasa seperti mimpi saja, lahir dari keluarga miskin hingga akhirnya bisa menyelesaikan studi S3. 

Sumber: legaleraindonesia.com - websindo.com - freepik.com


Tulisan lain yang layak Anda baca:

Wahyudi Setiawan

Lecture and Entrepreneur

12
January 2020




Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami