Created with Sketch.
import_contacts
View All Posts

jurnal

7 Langkah Untuk Menerbitkan Naskah Dalam Jurnal Ilmiah Bagi Mahasiswa Doktoral

Sebagai mahasiswa Doktoral, saya sendiri juga tertantang sekaligus memiliki kewajiban untuk melakukan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Sebagian mahasiswa mungkin akan menjadi masalah baru, namun ini justru menjadi media pembelajaran bagi saya untuk melatih diri dalam giat publikasi internasional.

Apakah publikasi semudah menulis opini? Ternyata tidak. membutuhkan kesiapan, proses, ketekunan, dan kejelian yang kuat untuk menghasilkan tulisan yang layak untuk dipublikasikan. Harus disadari bahwa menulis untuk jurnal ilmiah memang berbeda dengan tulisan lain. Semua persiapan yang maksimal menjadi modal utama untuk sukses dalam publikasi internasional.

Aijaz A. Shaikh memiliki tips dimana supaya kita mampu mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah bereputasi.

Jangan tergesa-gesa mengirimkan artikel untuk publikasi

Tulislah dengan rencana yang matang. Hilangkan keraguan. Cek kembali apa yang sudah Anda tuliskan. Semakin banyak dan sering melakukan cek tulisan Anda, maka Anda akan menemukan kekurangan dan segera bisa memperbaikinya. Banyak penulis mengandalkan fakta bahwa mereka akan selalu memiliki kesempatan untuk mengatasi kekurangan pekerjaan mereka hasil umpan balik yang diterima dari editor jurnal. Lakukan pendekatan dan sikap proaktif yang dapat mengurangi penolakan dan kekecewaan.

Pilih tempat publikasi yang sesuai

Anda harus mampu menemukan jurnal yang tepat untuk publikasi artikel Anda. Pasti mendapat penolakan jika Anda salah pilih. Menemukan jurnal yang tepat akan menjadi pendorong terbesar naskah Anda diterima. Karena ini berkaitan dengan siapa calon pembaca naskah Anda. Anda bisa lihat seperti di  Elsevier atau Springer dimana naskah Anda tepat untuk dipublikasikan. Ada sebagian orang yang belum pengalaman justru mengirimkan naskahnya ke dua atau tiga jurnal secara bersamaan. Ini menyalahi kode etik penulis di jurnal.

Baca dengan cermat tujuan ruang lingkup dan pedoman penulis jurnal yang anda tuju

Setelah Anda membaca naskah Anda berulang kali dan mendapatkan umpan balik dari kolega Anda, telah mengidentifikasi target jurnal, maka Anda selanjutnya harus membaca tujuan dan ruang lingkup jurnal di area penelitian Anda. Melakukan hal ini akan meningkatkan kemungkinan naskah Anda diterima. Langkah penting lainnya adalah mengunduh pedoman penulis dan memastikan naskah Anda telah sesuai dengan yang dikehendaki jurnal tujuan Anda. Beberapa penerbit melaporkan bahwa satu dari lima naskah yang dikirim tidak mengikuti gaya selingkung yang telah ditetapkan jurnal.

Buat judul dan abstrak yang berkesan

Judul dan abstrak adalah komponen yang sangat penting dari sebuah manuskrip karena merupakan elemen pertama yang dilihat oleh editor jurnal. Judul harus meringkas tema utama artikel dan mencerminkan kontribusi Anda pada teori. Abstrak harus dibuat dengan hati-hati dan mencakup tujuan dan ruang lingkup penelitian; masalah utama yang harus diatasi dan teori; metode yang digunakan; set data; temuan kunci; keterbatasan; dan implikasi untuk teori dan praktik.

Konsulitasikan ke tim ahli

Karakteristik kunci penulisan ilmiah adalah kejelasan. Sebelum mengirim naskah untuk publikasi, sangat disarankan untuk konsultasi ke ahli, misalnya tim editing profesional.

Kirimkan naskah bersamaan dengan surat pengantar

Jangan pernah meremehkan pentingnya surat pengantar yang ditujukan kepada editor atau pemimpin redaksi jurnal tujuan. Surat pengantar yang baik berisi tentang uraian tema utama dari naskah; kedua berisi tentang kebaruan penelitian; dan ketiga menjustifikasi relevansi naskah dengan jurnal tujuan.

Beri komentar balasan dengan baik

Editor dan kepala redaksi biasanya menyatakan penerimaan naskah dengan subjek "revisi dan kirim kembali" berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh reviewr. Revisi mungkin memerlukan perubahan besar atau kecil dalam naskah. Anda harus menyikapinya dengan; pertama rajin; kedua sangat penting untuk mengatasi semua komentar yang diterima dari reviewr dan menghindari kesalah kedua; ketiga pengajuan kembali naskah sebelum waktu yang ditentukan berakhir; keempat proses revisi mungkin terdiri dari beberapa putaran.

Sumber: Aijaz A. ShaikhElsevier.com

Wahyudi Setiawan

Lecture and Entrepreneur

20
June 2019




Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami