Created with Sketch.
import_contacts
View All Posts

jurnal

10 Kesalahan Menulis Artikel Untuk Jurnal Internasional

Seiring dengan meningkatnya tuntutan untuk publikasi di jurnal internasional, maka banyak sekali tulisan yang menjelaskan tentang panduan publikasi dan tips bagaimana bisa sukses melakukan publikasi internasional. Dalam tulisan ini Bert Blocken memberikan penjelasan dari hasil pengamatannya terhadap beberapa kesalahan besar yang dilakukan oleh para peneliti awal ketika mempersiapkan dan mengirimkan naskahnya di jurnal ilmiah.

Anda perlu berhati-hati dalam menulis artikel. Beruntung jika naskah Anda masih direspon dari reviewer, yang celaka adalah ketika naskah Anda menyelinap dan sama sekali tidak direspon.

Apa saja biasanya kesalahan yang dilakukan oleh para peneliti pemula?

Tidak membaca literatur sesuai bidang kajian 

Studi literatur adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menulis. Ini akan membentuk dasar yang kuat untuk publikasi Anda. Tahap ini banyak dilewatkan oleh para peneliti pemula. Mereka langsung menulis tanpa mempertimbangkannya. Setiap penulis harus mengumpulkan sumber, membaca, mempelajari, dan merenungkannya. Proses ini bisa saja memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Namun Anda bisa menghemat waktu dengan cara membaca abstraknya saja dari setiap artikel. Setelah melalui tahap ini maka penulis bisa mulai menyusun dratf untuk tulisan selanjutnya.

Malas dan plagiat

Hal ini muncul bisa disebabkan oleh tingginya tekanan untuk melakukan publikasi. Bisa karena jumlah publikasi maupun waktu yang diberikan terlalu singkat. Kesalahan fatal yang dilakukan adalah menyalin tulisan tanpa mencantumkan tanda kutip atau keterangan sumber aslinya. Saat ini perilaku plagiat sangat mudah untuk dideteksi. Setiap jurnal sekarang telah memasang dan menerapkan aturan scaning yang canggih dan rumit sehingga kegiatan plagiasi oleh setiap penulis bisa diketahui dengan sangat cepat. Plagiarisme adalah pelanggaran serius etika penerbitan dan dalam beberapa kasus sebagai pelanggaran hak cipta. Seberapa kecil plagiasi akan mampu menghancurkan karir akademik penulis.

Mengabaikan komponen utama artikel

Mengapa artikel ini harus dipublikasikan? Pengetahuan baru apa yang bermanfaat? Apakah metodologinya valid? Apakah hasilnya bermanfaat? Apakah kesimpulannya benar? Ini semua adalah seluruh pertanyaan yang harus didapatkan jawaban dalam artikel. Jika Anda menginginkan artikel Anda pasti ditolak, maka Anda bisa mengabaikan seluruh pertanyaan ini. Ringkasan informasi terkini, identifikasi pengetahuan terbarukan, spesifikasi/tujuan/lingkup penelitian, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Ini semua adalah urutan yang harus ada dalam artikel Anda.

Tidak menghargai publikasi sebelumnya

Penghargaan sangat penting dalam sebuah penelitian ilmiah. Bagaimana hal ini bisa terjadi? melakukan tinjauan literatur yang sangat terbatas, menghubungkan karya sebelumnya dengan penulis yang salah, memberikan pernyataan yag meremehkan publikasi orang lain dan lainnya. Atau mungkin Anda juga memberikan rasa tidak hormat dengan melebihkan kebaruan kontribusi Anda sendiri. Anda harus bersikap baik dalam tulisan, karena jika Anda melakukan tindakan tidak baik, ini tidak akan mampu menaikan kualitas tulisan Anda. Referensi yang benar adalah bukti bahwa penulis mengetahui karya sebelumnya yang relevan dan mampu mendefinisikan kontribusi baru.

Menilai terlalu tinggi kontribusi sendiri

Terlalu memuji tulisan sendiri bisa menjatuhkan nilai artikel. Apalagi jika ditambah dengan menjelekan tulisan sebelumnya dan tidak menghargainya. Secara umum memang sangat mudah untuk mendefinisikan kekurangan karya orang lain dari pada tulisan sendiri. Ini bukan berarti tulisan sendiri lebih baik, itu hanya kekurangan penulis dalam menilai tulisan sendiri secara obyektif dan merefleksikannya dalam tulisan. Inilah kenapa penulis membutuhkan rekan dalam menulis. Salah satunya adalah untuk mengetahui kekurangan tulisan sendiri.

Terlalu ambigu dan inkonsistensi

Anda harus mencoba membuat pembaca tertarik membaca tulisan Anda tentang apa yang Anda komunikasikan. Gunakan pemilihan kata yang tepat dan tidak memiliki makna ganda. Jika Anda tidak mendefinisikan setiap kata dengan jelas, maka hal itu bisa membingungkan pembaca Anda. Ada lagi kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah terjadinya inkonsistensi dalam penggunaan metodologi. Semua membutuhkan pembiasaan supaya Anda mampu menghasilkan tulisan yang bagus.

Menggunakan pernyataan yang salah dalam pengutipan

Setiap data atau pernyataan dalam artikel harus segera didukung dengan referensi yang sesuai atau dengan bukti dalam artikel Anda. Jika Anda mengutip sumber secara langsung, gunakan tanda kutip atau mengikuti panduan penulisan dalam setiap jurnal tujuan publikasi Anda.

Subjektif dan tidak objektif

Pernyataan dalam setiap artikel adalah untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi terbaru. Komunikasi yang baik menuntut ketidakjelasan, konsistensi, dan objektivitas. Jangan sampai Anda bias terhadap informasi atau data. Apalagi Anda subjektif dengan menguatkannya menggunakan argumen Anda tanpa didukung data. Objektivitas akan mampu menunjukkan kualitas tulisan Anda.

Sedikit perhatian untuk tata bahasa, ejaan, angka dan tabel

Anda harus masih bekerja keras menuliskan seluruh hasil penelitian Anda dengan baik. Reviewr memiliki waktu yang mahal. Tidak mungkin harus melakukan cek detail terhadap ejaan dan tata bahasa tulisan Anda. Menulis dengan tidak teliti adalah tindakan ceroboh seorang peneliti. Maka bisa dipastikan tulisan Anda akan ditolak oleh reviewr.

Mengabaikan komentar editor

Jika tulisan Anda sudah mendapatkan respon dari editor, maka tulisan Anda memiliki potensi untuk dipublikasikan. Jangan sampai Anda melakukan tindakan ceroboh dengan membatah dengan argumen yang asal untuk membela tulisan Anda. Editor dan reviewr memberikan komentar kepada tulisan Anda karena mereka memiliki jam terbang tinggi di bidang yang Anda tulis. Mereka berharap tulisan Anda bisa menjadi lebih baik.

Sumber Elsevier.com

Wahyudi Setiawan

Lecture and Entrepreneur

22
June 2019




Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami