Created with Sketch.
playlist_add
Our Product Services

SERVICES

Haki Sertificate

MANFAAT PERLINDUNGAN HKI

Memberikan perlindungan hukum sebagai insentif bagi pencipta inventor dan desainer dengan memberikan hak khusus untuk mengkomersialkan hasil dari kreativitasnya dengan menyampingkan sifat tradisionalnya. Menciptakan iklim yang kondusif bagi investor. Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan penemuan baru diberbagai bidang teknologi. Sistem Paten akan memperkaya pengetahuan masyarakat dan melahirkan penemu- penemu baru. Peningkatan dan perlindungan HKI akan mempercepat pertumbuhan indrustri, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup manusia yang memberikan kebutuhan masyarakat secara luas. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman suku/ etnik dan budaya serta kekayaan di bidang seni, sastra dan budaya serta ilmu pengetahuan dengan pengembangannya memerlukan perlindungan HKI yang lahir dari keanekaragaman tersebut. Memberikan perlindungan hukum dan sekaligus sebagai pendorong kreatifitas bagi masyarakat. Mengangkat harkat dan martabat manusia dan masyarakat Indonesia. Meningkatkan produktivitas, mutu, dan daya saing produk ekonomi Indonesia.

JENIS-JENIS HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Lagu, penemuan di bidang teknologi seperti televisi, telepon, dan lainnya memang kekayaan intelektual. Akan tetapi, KI dipisah menjadi beberapa jenis berdasarkan ruang lingkupnya. Adapun jenis Hak Kekayaan Intelektual, yaitu:

1. Paten 

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Contoh Paten: touch screen (layar sentuh) Touch screen merupakan sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Hampir semua perangkat teknologi saat ini lebih banyak menggunakan teknologi touch screen seperti di smartphone maupun laptop. Pemegang paten touch screen merupakan seorang penemu asal Amerika, yaitu George Samuel Hurst, yang menerima paten ini pada tanggal 7 Oktober 1975 dengan versi pertamanya yang di produksi pada tahun 1982.

2. Merek

Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa. Contoh Merek: Mercedes-Benz Mercedes-Benz merupakan salah satu perusahaan mobil asal Jerman paling terkenal di dunia yang dikenal berteknologi serta memiliki tingkat keamanan tinggi. Merek pada mobil ini berupa lambang tiga bintang dan tulisan “Mercedes-Benz.” Lambang tiga bintang yang menunjuk ke tiga arah meliputi darat, laut, dan udara yang bertujuan untuk membuat transportasi di darat, air, dan udara menjadi lebih mudah. Sedangkan nama Mercedes berasal dari seorang pengusaha Austria dan pecinta otomotif yaitu Emil Jellinek yang memiliki seorang anak bernama Mercedes. Dan nama Benz diambil dari Karl Benz, penemu mobil berbahan bakar bensin pertama di dunia.

3. Desain 

Industri Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. Contoh: Desain industri pada handphone Ketika seseorang ingin membuat desain handphone keluaran terbaru yang lebih tipis, lebar, dan memiliki keyboardyang lebih unik, maka ia harus membuat desain handphone tersebut secara utuh dari mulai tampilan depan, belakang, hingga sampingnya.

4. Indikasi Geografis

Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. 

Contoh: Cengkeh Minahasa, pemegang hak masyarakat perlindungan indikasi geografis cengkeh minahasa. Salak Pondok Sleman, pemegang hak komunitas perlindungan indikasi geografis salak pondok sleman.

5. Hak Cipta

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Contoh: Hak Cipta pada lagu Lagu milik seorang maupun beberapa pencipta atau pemegang hak cipta berhak memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karyanya. Jadi, seseorang yang menyalin suatu ciptaan tanpa izin kemudian memperbanyaknya merupakan sebuah tindakan pelanggaran Hak Cipta seseorang.

UU Hak Kekayaan Intelektual Hak kekayaan intelektual sebagai hak ekslusif yang diberikan negara oleh pelaku HKI. HKI dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia yang berbeda disetiap ruang lingkup Kekayaan Intelektualnya. Dasar-dasar hukum tersebut antara lain:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 tentang Hak Paten 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentag Merek dan Indikasi Geografis 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta 

Kekayaan intelektual apapun memiliki potensi keuntungan bagi pemiliknya jika dimanfaatkan dengan baik. Pelaksanaan dan perlindungan HKI juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengalaman di sejumlah negara memperlihatkan bahwa pelaksanaan dan perlindungan HKI turut mendorong investasi dan pengalihan teknologi secara cepat serta merangsang daya saing masyarakat dan perusahaan setempat.

APA SAJA YANG BISA DI HAK PATENKAN?

Karya Tulis

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Atlas, Biografi, Booklet, Buku, Buku Mewarnai, Buku Panduan/Petunjuk, Buku Pelajaran, Buku Saku, Bunga Rampai, Catatan Harian/Jurnal/Diary, Cerita Bergambar, Diktat, Dongeng, e-book, Ensiklopedi, Jurnal, Kamus, Karya Ilmiah, Karya Tulis (Artikel-Skripsi-Tesis-Disertasi-Karya Tulis Lainnya), Komik, Laporan Penelitian, Majalah, Makalah, Modul, Naskah Drama/Pertunjukan, Naskah Film, Naskah Karya Siaran, Naskah Karya Sinematografi, Novel, Perwajahan Karya Tulis, Proposal Penelitian, Puisi, Resensi, Resume/Ringkasan, Saduran, Sinopsis, Tafsir, Terjemahan.


Karya Seni

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Alat Peraga, Arsitektur, Baliho, Banner, Brosur, Diorama, Flyer, Kaligrafi, Karya Seni Batik, Karya Seni Rupa, Kolase, Leaflet, Motif Sasirangan-Tapis-Tenun Ikat-Ulos, Pamflet, Poster, Seni Gambar-Ilustrasi-Lukis-Motif-Seni Motif Lainnya-Seni Pahat-Seni Patung, Seni Rupa, Seni Songket, Seni Terapan, Seni Umum, Senjata Tradisional, Sketsa, Spanduk, Ukiran.


Komposisi Musik

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Arasemen, Karya Rekaman Suara atau Bunyi, Lagu (musik dengan teks), Musik-Blues-Country-Dangdut-Elektronik-Funk-Gospel-Hip Hop-Rap-Rapcore-Jazz-Karawitan-Klasik-Latin-Metal-Pop-Rhythm and Blues-Rock-Ska-Reggae-Dub-Tradisional-Musik tanpa Teks.


Karya Audio Visual

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Film, Film Cerita, Film Dokumenter, Film Iklan, Film Kartun, Karya Rekaman, Karya Siaran, Karya Siaran Media Radio, Karya Siaran Media TV dan Film, Karya Siaran Video, Karya Sinematografi, Kuliah, Reportase.


Karya Fotografi

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Karya Fotografi dan Potret


Karya Drama dan Koreografi

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Drama/Pertunjukan, Drama Musikal, Ketoprak, Komedi/Lawak, Koreografi, Lenong, Ludruk, Opera, Pantomim, Pentas Musik, Pewayangan, Seni Akrobat, Seni Pertunjukan, Sirkus, Sulap, Tari (sendra tari).


Karya Lainnya

  • Sub-Jenis Ciptaan:

Basis Data, Kompilasi Ciptaan/Data, Permainan Video, Program Komputer

APA SAJA SYARAT KELENGKAPAN PENGAJUAN

  1. Scan KTP
  2. Nomor HP
  3. Alamat Email
  4. Kode Pos
  5. Bahan Ciptaan (misalnya: naskah buku yang telah diterbitkan dalam bentuk pdf)

BERAPA LAMA WAKTU YANG DIBUTUHKAN

Waktu yang dibutuhkan antara 2-6 hari kerja, jika mengalami kemunduran itu dikarenakan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual berkaitan hal-hal teknis diluar pengetahuan dan kewenangan kami.


BERAPA BIAYANYA?

KARYA TULIS, KARYA SENI, KOMPOSISI MUSIK, KARYA AUDIO VISUAL, KARYA FOTOGRAFI, KARYA DRAMA DAN KOREOGRAFI

Rp. 1.800.000

  • Karya Lainya

Rp. 2.300.000

Biaya termasuk Garansi (Pengajuan REVISI 1x) jika terjadi penolakan dari Dirjen HaKI

Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami