Created with Sketch.
import_contacts
View All Posts

Penelitian

Tips Menulis Abstrak Yang Baik

Masih ada anggapan bahwa membuat abstrak itu adalah perkara yang mudah, sehingga abstrak cenderung dibuat seadanya. Tidak perlu berpikir detail, atau bahkan dibuat sangat sederhana.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa abstrak adalah simbol dari isi keseluruhan paper kita. Abstrak menjadi kunci atau pertaruhan, apakah paper Anda akan dibaca atau ditinggalkan orang setelah membaca abstraknya.

Abstrak memberi tahu calon pembaca apa yang Anda lakukan dan apa temuan penting dalam penelitian Anda. Bersama dengan judul, itu adalah media promosi artikel Anda. Buatlah abstrak  menarik dan mudah dipahami tanpa membaca seluruh artikel. Hindari menggunakan jargon, singkatan dan referensi yang tidak biasa.

Abstrak Anda harus akurat, menggunakan kata-kata yang menyampaikan makna penelitian Anda secara tepat. Abstrak memberikan deskripsi singkat tentang perspektif dan tujuan makalah Anda. Ini memberikan hasil utama tetapi meminimalkan detail eksperimental. Sangat penting untuk mengingatkan bahwa abstrak menawarkan deskripsi singkat tentang interpretasi/kesimpulan dalam kalimat terakhir.

Inilah sebenarnya mengapa membuat abstrak tidaklah semudah yang kebanyakan orang pikirkan. Membuat asbtrak harus hati-hati. Abstrak harus memuat segala dari isi paper Anda yang panjang itu. Dan abstrak harus dibuat sesingkat mungkin.

Apa saja yang perlu dicantumkan dalam membuat abstrak?

Mengingat abstrak hanya ditulis antara 150-250 kata.

Dalam abstrak harus memuat dua hal penting. Ini adalah contoh isi abstrak yang ditulis oleh Dr. Angel Borja dalam Ecological Indicators.

1. Apa yang telah dilakukan "Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa indeks biotik bentik telah diusulkan untuk digunakan sebagai indikator ekologis di perairan muara dan pesisir. Salah satu indikator tersebut, AMBI (AZTI Marine Biotic Index), dirancang untuk menetapkan kualitas ekologis pantai Eropa. AMBI telah digunakan untuk penentuan status kualitas ekologis dalam konteks European Water Framework Directive.Dalam kontribusi ini, 38 aplikasi berbeda termasuk enam studi kasus baru (proses hipoksia, ekstraksi pasir, dampak platform minyak, pekerjaan rekayasa, pengerukan dan budidaya ikan) disajikan."

2. Apa temuan utamanya? "Hasilnya menunjukkan respons komunitas bentik terhadap sumber gangguan yang berbeda secara sederhana. Komunitas itu bertindak sebagai indikator ekologis 'kesehatan' sistem, menunjukkan dengan jelas gradien yang terkait dengan gangguan tersebut."

Sumber: elsevier.com
Wahyudi Setiawan

Dosen dan Entrepreneur. Belajar hal baru adalah keutamaan untuk menjadi lebih sukses.

26
February 2019




Created with Sketch.
Created with Sketch.

Langganan info dari kami